Guspar Wong

Guspar Wong, pribumi dan veteran blogger yang terjebak menjadi sudra dalam arus minor kebudayaan. Meminati kopi tubruk, gemar menumpuk buku apa saja, dan tak pernah bisa meninggalkan kegemaran membaca karya-karya sastra klasik timur.

Kadang menulis esai saat luang waktu, kadang menulis puisi, kadang mengomentari karya sastra, kadang mengkritik seni rupa, kadang memaksakan diri menyanyi di panggung, meski tak paham ketukan dan anak tangga nada.

Sekarang tidur di SurauKami, sebuah pesantren dan rumah kebudayaan, sambil menikmati rintik gerimis di setiap musim penghujan serta sesekali menangkap hembusan angin yang kering jika kemarau datang.

 

Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrmail