Syah Sandyalelana

Syah Sandyalelana lahir di Tuban, Jawa Timur pada kuartal akhir 1980. Tumbuh sebagai anak tukang kayu, membuatnya mudah lapar, selalu ingin tahu dan mencoba banyak hal.

Pernah tersesat di Surabaya dan Jakarta selama 15 tahun sebelum akhirnya memutuskan kembali ke kampung halaman untuk berkebun dan bertobat.

Senang jalan-jalan, tetapi lebih senang berdiam di kamar sambil memeluk tubuhnya sendiri. Senang berbincang, tetapi lebih senang berdoa selayaknya orang saleh.

Tidak menggemari kopi, rokok, atau alkohol, tetapi tetap bisa mabuk dan menjalani hidup yang menyenangkan.

Saat ini mengabdikan hidupnya untuk berdagang dan mengutip bayaran dari orang-orang yang mengeluhkan pasangannya!

Menulis puisi supaya masuk surga!

 

Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrmail