Kiat Membuat Tulisan Perjalanan yang Memikat untuk Dilombakan

Oleh Zhibril A

Hai sobat, bagaimana kabar tulisanmu yang mau dilombakan itu? Pasti kamu sudah yakin kalau tulisanmu itu luar biasa bagus dan pasti akan menang. Terlebih perjalananmu juga keren abis, penuh tantangan, dan berurai air mata. Pasti dewan juri akan terpikat sampai membuatmu jadi juaranya. Percaya diri abis pokoknya.

Eits, tunggu dulu. Kamu boleh seyakin itu, tapi kamu harus benar-benar pastikan kalau tulisanmu itu sesuai dengan yang dicari juri perlombaan. Tidak ada salahnya kamu baca ulang tulisanmu dan pastikan bahwa tulisanmu siap dilombakan. Nah, kali ini saya mau ngasih kiat-kiat supaya tulisan perjalananmu memikat dewan juri. Kiat ini bisa kamu gunakan untuk semua perlombaan menulis juga, kok. Berikut ini kiat-kiat membuat tulisan yang memikat untuk dilombakan ala Zhibril A.

1. BACA BAIK-BAIK SYARAT DAN KETENTUAN LOMBANYA DAN IKUTI

Sebenarnya, dengan kamu mengikuti semua syarat dan ketentuan lombanya, 50 persen juara sudah kamu menangkan. Sisanya tinggal kualitas tulisanmu yang menentukan. Banyak tulisan yang bagus-bagus tapi kalah karena dia melewatkan satu tahapan ketentuan atau salah satu syaratnya. Akhirnya tulisan yang biasa-biasa saja menjadi juara karena mengikuti semua ketentuannya. Tapi bukan berarti kamu nulisnya biasa-biasa saja. Seperti saya bilang, kualitas tulisan yang selanjutnya menentukan kemenangan setelah ketentuan diikuti.

2. PELAJARI KARAKTER TULISAN YANG DISUKAI

Maksudnya karakter yang disukai itu adalah karakter tulisan yang dicari dan diinginkan juri atau panitia perlombaan. Biasanya setiap pelaksana perlombaan, baik itu media massa atau komunitas, punya karakter sendiri tulisan yang mereka cari dan inginkan. Caranya gimana?

Caranya, kamu bisa baca-baca tulisan yang sudah dimuat media yang mengadakan lomba tersebut sebelumnya. Minimal kamu harus baca 3 tulisannya. Kamu pelajari karakter tulisannya seperti apa. Pasti kamu akan menemukan garis besar karakter tulisan sesuai pelaksananya. Misal, dari 3 tulisan yang kamu baca semuanya membahas tentang petualang yang mendalami permasalahan masyarakat yang dilalui si petualang, gaya bahasanya populer namun tetap teratur dan sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Nah, kamu bisa mencoba seperti itu. Jangan sampai kamu mengirim tulisan resep masakan. Astaga, kamu salah alamat.

Jika lomba tersebut pernah dilaksanakan sebelumnya, kamu juga bisa pelajari dari tulisan para pemenang sebelumnya. Gunakan insting dan kepekaanmu saat membacanya.

3. BUAT TARGET KAPAN TULISANMU SELESAI DAN DIKIRIM

Setelah kamu paham semua ketentuannya dan kamu punya gambaran jenis tulisan seperti apa yang disukai, sekarang kamu buat terget kapan tulisanmu ditulis dan selesai. Pastikan deadline perlombaannya juga. Jangan sampai kamu selesai menulis bulan September sementara lomba berakhir bulan Agustus. Kamu tidak mau, kan, mendengus kesal akibat ketidak-telitianmu.

Pastikan tulisanmu selesai dan dikirim sebelum perlombaan berakhir. Lebih cepat juga lebih baik. Karena pasti dewan juri mendapatkan banyak tulisan tiap hari dan terus bertumpuk. Kalau tulisanmu dikirim lebih cepat, dewan juri akan membacanya lebih awal. Kesempatan tulisanmu dinilai juga lebih cepat.

Menentukan target selesai juga membuatmu menentukan target kapan memulai menulisnya dan kapan mengeditnya sebelum dikirim.

 4. MULAI MENULIS

Iya, mulai menulis. Bukan memasak atau menjahit. Kamu mau ikut lomba menulis, kan? Jadi pastikan kamu menulis. Jangan kebanyakan nonton Youtube-nya juga. Youtube cukup jadi pengiring proses menulismu saja biar makin dramatisir #tsaaaah.

5. BUAT JUDUL DAN PARAGRAF PEMBUKA MEMIKAT

Buatlah judul yang memikat, bikin penasaran, dan mewakili isi tulisanmu. Pertama kali yang dibaca dari sebuah tulisan adalah judul. Jadi jangan sepelekan judul, ya.

Bayangkan, dalam satu perlombaan banyak tulisan yang bagus. Bukan tidak mungkin juri memilah dari judulnya untuk menentukan pemenang dari tulisan-tulisan yang bagus itu. Selain itu, judul yang memikat akan membuat pembaca tertarik membacanya lebih dulu ketimbang tulisan yang lain. Dan itu jadi pertimbangan juri dalam penilaian.

Selain judul, yang perlu kamu perhatikan adalah paragraf pembuka yang menarik. Banyak tulisan bagus yang kalah akibat pembukanya biasa-biasa saja. Terkadang juri tidak perlu membaca seluruh tulisan untuk mencari pemenang, karena banyaknya naskah yang masuk dan waktu yang terbatas. Jadi juri cukup membaca kalimat-kalimat pembukanya saja untuk masuk ke tahap penilaian selanjutnya. Setelah itu dibaca seluruhnya untuk menentukan pemenang. Jangan sampai tulisanmu yang bagus dan penuh perjuangan itu tidak selesai dibaca dewan juri hanya karena bosan sejak awal membacanya. Buat juri terkesan di awal tulisanmu sehingga ia penasaran untuk melanjutkan membaca sampai selesai.

6. PERKAYA DENGAN RISET, OBSERVASI DAN EKSPLORASI

Kamu boleh punya pengalaman perjalanan yang sangat menarik dan tidak dimiliki orang lain. Tapi itu saja tidak cukup. Ini adalah perlombaan. Kamu bersaing dengan banyak penulis petualang yang perjalanannya tak kalah keren dari perjalananmu. Maka kamu bisa memperkaya tulisanmu dengan riset yang sesuai objek tulisanmu.

Bahkan, banyak tulisan yang lokasi dan pengalamannya biasa saja tapi sangat menarik berkat riset penulisnya yang baik. Dia menambahkan cerita legenda dalam perjalanannya. Riset itu bisa dari buku, internet atau dari penduduk yang kamu temui di perjalanan. Ini juga jadi hal penting, seorang petualang yang merangkap menjadi penulis harus bisa mengobservasi lingkungan baru yang didatanginya. Mencari sudut pandang apa saja yang menarik untuk diangkat, lalu banyak bertanya tentang objek tulisannya. Jangan lewat slonong boy aja. Dari situ kamu akan menemukan banyak bahan untuk tulisanmu.

Hal yang tak kalah penting juga adalah eksplorasi tulisanmu. Eksplorasi ini bisa berupa penggalian lebih dalam dari objek yang kamu tulis atau mengkaitkannya dengan hal lain. Misal, kamu pergi ke sebuah desa yang udaranya bersih, kamu bisa kaitkan dengan Jakarta yang penuh polusi.

Tulisan A : Udara di sini sangat bersih dan sejuk.

Tulisan B : Udara di sini tak seperti di Jakarta. Jika biasanya aku menghirup udara yang penuh polusi, kali ini aku merasa segar saat menarik napas. Seperti mendapat hidup yang baru. Membuatku betah dan ingin menghirupnya dalam-dalam. Mungkin jika bisa kusimpan akan kusimpan untuk kuhirup di Jakarta.

Tuh, kan. Yang A garing dan biasa saja. Tapi yang B terasa nyaman dan enak dibacanya. Meski sama-sama mengenai udara bersih yang kamu temui di perjalananmu.

7. TULISLAH DENGAN MENGALIR

Membayangkan menjadi juara dan terkenal karena tulisanmu menang boleh saja. Tapi, saat menulisnya lupakan itu. Hal itu akan mengganggumu saat menulis. Kamu akan berputar-putar di satu paragraf karena takut tulisanmu jelek.

Tulislah saja dengan hati. Mengalir. Jangan pedulikan ada kalimat yang salah penempatan. Ada kata yang salah ditulis, yang tidak sesuai kaidah penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Lanjutkan saja menulis sampai selesai. Setelah selesai jangan langsung kirim. Kamu harus …

8. ENDAPKAN

Endapkan di sini maksudnya diamkan tulisanmu setelah kamu selesai menulis. Tinggalkan paling tidak satu hari. Pergilah saja dulu, jalan-jalan, menonton film, main, baca buku, tidur atau pacaran #eh. Dengan begitu kamu akan lupa detail tiap paragraf yang sudah kamu tulis.

Lalu kembalilah pada tulisanmu. Jika sebelumnya kamu menulis dengan penuh emosi kemenangan, sekarang kamu membacanya sebagai orang lain dan lebih tenang. Pasti kamu akan menemukan kesalahan-kesalahan ketik, ketidak-sesuaian penempatan kalimat atau kata, kurang menarik dan seterusnya. Atau selama kamu mengendapkannya kamu menemukan ide baru untuk dimasukkan ke dalam tulisanmu supaya lebih menarik. Banyak ilham yang masuk sepanjang kamu mengendapkannya. Maka, setelah kamu menemukan banyak kesalahan, langkah selanjutnya adalah …

9. SELF-EDITING

Penulis adalah pembaca pertama tulisannya, itu benar adanya. Kamu adalah pembaca pertama tulisanmu. Kamu juga bisa menjadi editor pertama untuk tulisanmu. Setelah kamu menemukan banyak kesalahan dalam tulisanmu, mulailah mengeditnya sendiri. Jangan malas mengedit tulisanmu. Jangan malas juga buka KBBI atau Tesaurus supaya setiap kata dalam tulisanmu sudah sesuai. Sekarang ada kok yang versi online-nya. Carilah di sana setiap kata yang menurutmu meragukan, apakah benar atau salah penulisannya. Itu membuat keyakinanmu makin meningkat. Kamu bisa lakukan pengendapan tulisan dan self-editing ini berulang kali untuk satu tulisanmu. Pastikan itu tulisanmu yang terbaik. Jangan mudah puas.

Lalu, kata seperti apa yang biasanya kamu anggap benar tapi sebenarnya salah. Seperti ini nih:

Sekadar, bukan sekedar.

Camilan, bukan cemilan.

Diperbaiki, bukan di perbaiki.

Di rumah, bukan dirumah.

Dan seterusnya. Pelajarilah penulisan-penulisan kata yang benar. Banyak kok di internet. Jangan malas dan jangan mau instan. Penulis besar itu adalah penulis yang berani melawan kemalasannya. Lupakan saja dulu tang-ting-tung Whatsapp pacarmu. Biarkan dulu Instagrammu. Fokus pada tulisanmu. Buktikan kamu adalah penulis pemenang. Hajaaaar. Terakhir …

10. KIRIM

Setelah pengeditanmu makin sedikit dan jarang ada kesalahan, tandanya tulisanmu sudah beberapa level lebih baik dari sebelumnya. Bahkan kalau kamu merasa tidak menemukan kesalahan lagi, sila kirim tulisanmu dan tunggu pengumumannya.

Semoga beruntung ya. Selamat mencoba.

Salam, Zhibril.

_________________________________

Zhibril A; Penulis. Buku solonya yang telah terbit; Pendakian Terakhir [Kumpulan Cerpen. Epigraf, 2016] dan Titik Awal; Setiap Pejalan Punya Cerita [Memoar Perjalanan. Epigraf, 2017], dan Ogun – Cancer Survivor Menggapai Puncak Dunia [Memoar. Epigraf, 2017].

 

Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrmail