Perahu Retak

Kumpulan Puisi
Perahu Retak
Febriansyah Rifqi
Rp 59.900

Penyelia: Daniel Mahenda
Pengatak: Endang Dedih
Desain Sampul: IGNA Studio
 
Penerbit: Epigraf

Tahun terbit: 2018
Ukuran: 13 x 19 cm
Hal: 118
ISBN: 978-602-50238-5-9

Ini kumpulan puisi rasa do-gado karena Febriansyah Rifqi, penyairnya, menghadirkan keromantisan, kemarahan, kelucuan, kesedihan, dan kenakalan (bahkan kepada Tuhan) dalam satu paket. Kadang manis kadang pedas. Yang menyenangkan, meski tidak pada semua puisi, dia berhasil mengolah kata menjadi kalimat bernas, antara lain “perahu retak tak harus karam”.

Budi Maryono, penulis dan penyunting selepas mungkin

 

Membaca Perahu Retak adalah membaca perjalanan seorang Febriansyah Rifqi. Melalui puisi-puisinya, terasa sekali bahwa ia sedang melakukan perjalanan, pencarian, dan penggalian makna dalam bingkai semesta kehidupan.

Pay Burman, eks gitaris Slank

 

Buku ini seperti oase di tengah kehausan saya akan kata-kata indah dan sarat makna. Sekumpulan puisi yang bernapas tassawuf dan bernuansa sedikit bluesy.

Cupee’ Sidharta, musisi dan penulis syair Daun Bertasbih.

 

Perahu Retak bukanlah sekadar kumpulan puisi, tapi lebih pada mengeja dan membaca perjalanan batin seorang manusia, bagaimana Febriansyah Rifqi berusaha mengenal dan berdamai dengan jagad gedhe serta jagad alitnya.

Goenoeng Moeljo, seorang batur di SurauKami Pesantren Dan Rumah Kebudayaan, Banyumanik Semarang.

 

: tak akan terkejar kesempurnaan, meski lelah tak berbilang. karena wujud keinginan itu seperti bilangan phi,  dengan deret angka yang tak terhingga sebagai desimalnya. itulah sebab, mengapa keinginan sering menjadi pintu masuk bagi kenestapaan: karenanya mari semeleh sejenak, dan biarkan pikiran kita hanyut di kedalaman  kumpulan puisi Febriansyah Rifqi: Perahu Retak!

Guspar Wong, pengasuh Pesantren & Rumah Kebudayaan SurauKami, Semarang.

 

——————————————————

Buku ini dapat dipesan melalui:

EPIGRAF
WA: 0852 2220 2272

 

Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrmail