Kiat Membuat Tulisan Perjalanan yang Memikat untuk Dilombakan

Oleh Zhibril A Hai sobat, bagaimana kabar tulisanmu yang mau dilombakan itu? Pasti kamu sudah yakin kalau tulisanmu itu luar biasa bagus dan pasti akan menang. Terlebih perjalananmu juga keren abis, penuh tantangan, dan berurai air mata. Pasti dewan juri akan terpikat sampai membuatmu jadi juaranya. Percaya diri abis pokoknya. Eits, tunggu dulu. Kamu boleh seyakin itu, tapi kamu harus benar-benar pastikan kalau tulisanmu itu sesuai dengan yang dicari juri perlombaan. Tidak ada salahnya kamu baca ulang tulisanmu…

Continue reading

Asmara dalam Putaran Mevlevilik

Oleh Irsyad Ridho* Mengapa asmara tak habis-habisnya menjadi motif puisi? Ia tampaknya seperti hasrat yang terus terpendam yang kadang muncul bergelora, kadang hanya riak yang mengalir pelan. Dalam khazanah puisi modern di Indonesia, hasrat terpendam itu telah melahirkan Amir Hamzah, penyair penting di era Pujangga Baru. Seluruh puisinya memang diabdikan untuk menjadi wadah asmara. Namun, kita juga tahu bahwa, sebagai sebuah wadah, puisi rupanya tak mampu menampung asmara. Puisi pada akhirnya membuat asmara redup perlahan untuk…

Continue reading

Editing di Penerbit Indie

Salah satu yang kerap disepelekan di penerbit indie adalah soal editing. Terutama oleh penulisnya, lantaran mengejar terbit atau tidak mau diedit karena minimnya anggaran. Idealnya, setiap naskah yang hendak diterbitkan harus diedit terlebih dahulu, baik oleh penulisnya (self-editing) maupun orang lain (editor profesional). Hal itu dilakukan agar naskah menjadi rapi, baik secara bahasa maupun konten. Jika buku telah terbit, untuk memperbaikinya sudah tidak bisa, karena sudah dicetak. Jangan sampai penulis menyesal begitu bukunya telah terbit.

Continue reading

Deep Work

Deep work. Istilah ini saya ambil dari sebuah judul buku yang ditulis Carl Newport. Begitu mendengarnya saya langsung terkesan. Padahal saya belum membaca bukunya, hanya baru baca ulasannya saja. Tapi, saya langsung mengamininya, betapa benar apa yang dikatakan Carl Newport itu. Ini menjadi kunci sukses dalam bekerja maupun belajar. Deep work saya artikan bekerja secara mendalam, dalam arti pada saat melakukannya kita benar-benar fokus dan mendalaminya sampai benar-benar tuntas. Sehingga, apa yang dikerjakannya bisa selesai…

Continue reading

Epigraf, Menjembatani Penulis Berbakat

Penerbit Epigraf, digawangi oleh Daniel Mahendra dan berdomisili di Bandung. Penerbit indie yang satu ini baru berdiri tahun 2016 tapi kini sudah menerbitkan 20 buku. “Sebab kami percaya, setiap orang punya cerita, maka: terbitkanlah bukumu dengan bangga!” – Moto Epigraf TEKNOLOGI RUPANYA berkontribusi dalam membangun sebuah budaya baru. Cukup gulirkan gawai dan sentuh beberapa lokasi pilihan, orang dengan mudah dapat melakukan perjalanan ke mana pun yang ia mau. Dengan teknologi pula cerita selama dalam perjalanan…

Continue reading

Menyusuri Impian Kecil ke Tibet

Ngaji Sastra di Kafe Opium Suara Merdeka, Rabu, 17 Mei 2017 Oleh Aristya Kusuma Verdana SEMARANG – Asap dari dua batang dupa menciptakan wewangian khas di Kafe Opium, Jalan Tusam Raya 26 Banyumanik, Semarang, Senin (15/5) malam. Dalang cilik Danang Lawu mengenakan celana hitam bermotif warna merah di bagian bawah, kaus putih, serta blangkon mendekati tempat dupa tersebut yang diletakkan di dekat panggung. Tangannya sudah menggenggam wayang kulit gunungan dan Bethara Guru. Sejenak dia melihat ke dupa,…

Continue reading

Pelajaran Menulis Karakter Tokoh dan Lokasi Cerita

Oleh Gol A Gong Di setiap pelatihan menulis novel, selalu ada yang bertanya, “Saya kesulitan menghidupkan karakter tokoh.” Atau “Bagaimana caranya menggali lokasi cerita, agar menarik?” Nah, ini memang klasik. Jika ingin keluar dari perangkap itu, cobalah diubah dulu anggapan menulis novel itu adalah pekerjaan melamun. Bukan. Menulis novel itu adalah pekerjaan intelektual, sama terhormatnya dengan pekerjaan dokter, dosen, atau insinyur. Selalu ada 3 tahapan, yaitu riset, menulis dan revisi. Seperti yang sedang saya lakukan.…

Continue reading

[Review] Suatu Hari Dalam Kehidupan Pramoedya Ananta Toer

Judul : Suatu Hari dalam Kehidupan Pramoedya Ananta Toer Penulis : Alfred D. Ticoalu Penerbit : Epigraf Cetakan : I, 2017 Tebal : 191 hlm ISBN : 978-602-60914-0-6 Pramoedya Ananta Toer (Pram) adalah legenda sastra Indonesia dan ikon perlawanan terhadap ketidakadilan yang karya maupun kisah hidupnya selalu dibaca dan dibicarakan orang hingga kini. Dalam 81 tahun  hidupnya yang hampir separuhnya  dilaluinya di penjara/pengasingan  Pram ternyata pernah mengadakan road show  ke Amerika dan Kanada tidak lama…

Continue reading

Satu Tahun Epigraf

Sesungguhnya kami tak pernah benar-benar tahu kapan tepatnya hari jadi Epigraf. Yang pasti, nama ‘Epigraf’ telah dicetuskan sejak bulan Februari 2016. Pada Maret 2016, kami mulai merancang serta menyiapkan segala kebutuhan bagi pendirian sebuah penerbitan. Akta notaris atas nama Epigraf resmi keluar pada 24 Maret 2016. Pada 28 Maret 2016, pendaftaran Penerbit Epigraf untuk pengajuan ISBN divalidasi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Maka, pada 2 April 2016, materi buku pertama terbitan Epigraf naik cetak. Jika…

Continue reading

Membaca Pramoedya

Sebelum mendirikan klub diskusi “Membaca Pramoedya” pada tahun 2002 di kota Bandung, aku sudah sering membaca tulisan-tulisan Bung Alfred D. Ticoalu di website pribadinya. Kulihat ia cukup rajin mendokumentasi pelbagai perihal Pramoedya Ananta Toer di media internet. Ia tinggal di Chicago, Illinois, Amerika Serikat. Sebuah tempat yang, saat itu, aku tak tahu di mana letaknya di bumi ini. “Membaca Pramoedya” sendiri adalah sebuah kelompok diskusi yang membahas segala hal tentang Pramoedya. Baik novel, cerpen, karya…

Continue reading