Penulis

ZHIBRIL A

Lahir 9 Juli 1995 di Kareo Kulon, sebuah perkampungan kecil yang melintang di antara pesawahan di bawah Gunung Karang. Telah menulis di koran, media online, majalah, serta beberapa buku antologi cerpen dan feature sejak masih SLTA.

Buku solonya yang telah terbit; Pendakian Terakhir [Kumpulan Cerpen. Epigraf, 2016] dan Titik Awal; Setiap Pejalan Punya Cerita [Memoar Perjalanan. Epigraf, 2017]. Buku Ogun – Cancer Survivor Menggapai Puncak Dunia [Memoar. Epigraf, 2017] merupakan buku solo ketiganya.

Bercita-cita mengelilingi dunia untuk mempelajari masyarakat, kota dan alamnya. Ia masih sering melepas dunianya di akun Instagram: @lebahpengembara

 

SYAH SANDYALELANA

Syah Sandyalelana lahir di Tuban, Jawa Timur pada kuartal akhir 1980. Tumbuh sebagai anak tukang kayu, membuatnya selalu ingin tahu dan mencoba banyak hal.

Pernah bekerja sebagai dosen di berbagai kampus di Surabaya, Jakarta, dan Banten seperti STIKOM, Binus University, Universitas Mercu Buana, Surya University, serta Universitas Pelita Harapan pada berbagai jurusan di bidang kreatif seperti DKV, Animasi, Broadcast dan Marketing Communication.

Saat ini memilih kembali ke kampung halamannya di Tuban sambil mengelola studio yang mengerjakan berbagai proyek di bidang desain grafis, animasi, videografi, dan multimedia.

Minatnya pada dunia tulis-menulis dipengaruhi oleh maraknya blog di awal tahun 2000-an. Juga pengalaman turut serta dalam berbagai riset/penelitian selama menjadi dosen mematangkan ketrampilannya menulis.

Sayap-sayap Phoenix merupakan karya pertama Syah yang diterbitkan menjadi buku.

 

SALIM Dt. SIPADO BASA

Salim Dt. Sipado Basa lahir di Koto Tuo Balai Gurah, IV Angkek, 9 Desember 1894, wafat di Bukittinggi, 12 Oktober 1952. Beliau dari kecil sudah dididik dalam tatanan adat yang kental, setelah dewasa dan masih relatif muda beliau sudah menjadi seorang pemangku adat dengan jabatan Penghulu bergelar Datuak.

Digaris keturunan bapak, ayah Almarhum adalah cucu (anak dari anak perempuan) dari ulama terkenal. Ayah Almarhum bernama Haji Nurdin, cucu dari Syech Jalaluddin Ahmad bergelar Fakih Shagir.

Di sisi lain, Almarhum dididik dan dibesarkan serta dewasa dilingkungan keluarga “penguasa” pemerintahan. Mamak beliau, Talib Dt. Bandaro di Aceh semula sebagai Penghulu Kepala Koto Tuo (Besluit tanggal 18 Desember 1908) kemudian sebagai Kepala Nagari Balaigurah.

Alamarhum sendiri diangkat menjadi Kepala Nagari Balaigurah, lalu dipromosikan menjadi Asisten Demang (Ondderdistricthoofd) berkantor di Pakan Kamis/Tilatang (setingkat diatas Camat sekarang). Kemudian pindah ke Bayang/Ps. Baru – Painan sampai dengan Indonesia merdeka/agresi Belanda I.

Lahir, tumbuh dan kembang di lingkungan masyarakat tradisional pegunungan yang agraris. Datang dari keluarga terpandang secara adat dan agamis, yang akrab dan dekat dengan lingkungan “penguasa” dan bahkan akhirnya masuk ke dalam jajaran “penguasa”/pemerintahan, dengan bekal pendidikan formal seadanya (Sekolah Desa). Selebihnya beliau adalah seorang otodidak yang secara arif menerapkan hikmah “alam takambang jadi guru”.

Penguasaan Almarhum di bidang adat dan budaya, terutama Minangkabau sesudah pengakuan kedaulatan/perang kemerdekaan,membuat beliau dibutuhkan oleh Kantor Perwakilan Jawatan Kebudayaan Propinsi Sumatera Tengah (dulu termasuk Sumbar, Riau dan Jambi) di Bukittinggi. Disamping ahli di bidang adat dan budaya, beliau ternyata tidak saja budayawan, tetapi juga seniman. Beliau sejak lama telah menjadi penulis/pengarang seperti cerita Gadih Ranti, Puti Mambang Surau, serta cerita lain yang semuanya menggunakan bahasa Minang dan sering ditonilkan (disandiwarakan) dan banyak penggemarnya sejak tahun 1930-an. Dan ada lagi yang berbentuk syair seperti Syair Burung Merpati dan lain-lain, yang disayangkan sebagian naskah tidak/belum ditemukan sampai hari ini.

 

RELLA MART

Nama lengkapnya Gusti Ayu Rella Mart Diana Dewi. Lebih sering dipanggil Ella. Lahir di Banyuwangi, 26 Maret 1976. Ia menyanyi, menulis, juga melukis. Sempat menerbitkan dua buku: Melacur (2000) dan Persinggahan (2004), serta sebuah album musik: Sunyi Siang Hari (2007), berisi tujuh buah lagu yang ia tulis berdasarkan cerpen-cerpen dalam bukunya.

Terkadang, Ella bisa dikontak di: relamart@gmail.com

 

NGOPI JAKARTA

Ngopi Jakarta (NgoJak) bukanlah sebuah operator travel atau tour leader kegiatan trip wisata. NgoJak adalah wahana belajar bersama. Semacam warung kopi dengan obrolan ngalor ngidul.

Selama ini Jakarta melulu identik dengan Kota Tua, Museum Fatahillah, Pasar Senen, Tanah Abang, dan sebagainya. Padahal banyak tempat-tempat unik lain yang bisa dijelajahi, mulai dari nama jalan, nama makam, nama jembatan, perkampungan kecil, pasar lokal. Kenapa banyak warkop di Jakarta pemiliknya orang Kuningan? Tahukah bahwa para pencetus Warteg di Jakarta adalah para Tukang Becak? Kenapa penjahit Levis keliling banyak di sekitaran Lenteng Agung? Kenapa hujan di Jakarta suka bikin galau?

NgoJak ingin membantu melihat kota dari sudut yang berbeda. Yaitu dengan jalan kaki, dengan cerita sejarah, dengan ngobrol bareng narasumber lokal. Falsafah NgoJak itu 4 sehat 5 sempurna; jalan kaki, matahari, air putih, senyum, dan sempurna jika mendapatkan narasumber yang oke. Pun jika tidak, 4 sehatnya sudah bisa didapatkan.

NgoJak ingin mengajak siapapun untuk membaca Jakarta dengan sudut pandang berbeda.

 

NIKE RIFA

Lahir di Bondowoso, pada tanggal sebelas bulan sebelas tahun sembilan belas tujuh lima. Bekerja di perusahaan swasta dan masih sibuk dengan pencarian jati diri. Memetakan kata dengan buku kumpulan puisi berjudul Jika yang terbit pada bulan April 2016.

Kesibukan sehari-hari sebagai karyawati, istri, dan ibu dari dua anak laki-laki, tak menghambatnya lepas dari curahan isi hati dan pikiran lewat tulisan, pada saat waktu menyatu dengan dirinya.

Nike aktif di media sosial lewat postingan-postingan puisi dalam Facebook, Twitter, maupun Instagram.

 

LILA AYU ARINI

Lila Ayu Arini, lahir di Bandar Lampung, 21 Februari 1979.

Seorang ibu bagi anak-anaknya.
Seorang yang mengidap Peter Pan syndrome.
Seorang hiker yang mengidap soliter akut.
Seorang dengan banyak kekasih, alam, buku, kopi dan teh.
Sesosok alien yang tersesat di bumi dan mempelajari manusia dengan segala keunikannya.
Seorang pecinta converse.
Seorang yang bercita-cita keliling dunia sejak Taman Kanak kanak.
Seorang fotografer wanna be.
Seorang dengan banyak passion.
Seorang yang sering tersesat dan menyesatkan diri.
Seorang yang aneh.
Seorang bagi seseorang lainnya.

Saat ini mengaku dan menjalani takdir sebagai perupa di Bandar Lampung, pernah jadi guru privat menggambar, esktrakurikuler menggambar, ekstrakurikuler membatik, dan mungkin masih bekerja di Dewan Kesenian Lampung, komite seni rupa.

 

KIDUNG SAUJANA

Lahir di Bandung pada 12 September 1990. Sebelumnya sempat terjebak di dunia perkantoran. Pendakian ke Semeru pada tahun 2014 merupakan kompensasi atas kegelisahannya tatkala ia terikat sistem-sistem kerja sebelumnya. Hingga pada tahun 2015, segala impian masa kecilnya ia ledakan dengan sepenuh hati.

Langkah 771 KM; dari kota Bandung menuju Malang, menjadi ledakan awalnya. Perjalanan yang dilakukan dengan berjalan kaki dan menyusuri gunung-gunung tersebut, menjadi perjalanan pilgrim bagi dirinya.

Puisi-puisi Kidung Saujana yang dikemas dalam buku Troubadour & Avonturir, ia tuai dari perjalanan 771 KM. Buku kumpulan puisi tersebut juga dilahirkan dari diskusi-diskusi bersama Jalu Kancana, dan lahir bersama ide-ide gila lainnya.

Ia bisa disapa melalui @kidungsaujana, baik di Instagram maupun Twitter.

 

JALU KANCANA

Lahir di Bandung, 1 Januari 1989. Setelah menerbitkan buku “keroyokan”; Troubadour & Avonturir (Epigraf, 2016), Dunia di Atas Meja (Meja Lapau, 2017), dan Sekapur Sirih Perjalanan (Djelajah, 2017), Jalu Kancana akhirnya menerbitkan buku solo sepulang dari perjalanan susur Sumatera selama lima bulan (November 2016 – April 2017).

Selain aktif bersama Komunitas Pencandu Buku ia bisa disapa di Instagram @jalu.kancana atau di blog pribadinya jalukancana.wordpress.com atau melalui surel aldiruckus@gmail.com

 

IMANG SUSU

Lahir di Kuningan, Jawa Barat, pada 27 Desember 1987. Lulusan Teknik Informatika Universitas Padjadjaran Bandung ini menulis sejumlah antologi puisi tunggal, di antaranya adalah Ayah, Aku Benci Padamu (2007, Chibi Publisher), Merenggut Kembali Keperjakaan (2009, Ultimus), dan Kembalinya Penyanggama Cahaya (Epigraf, 2016) ini. Tahun 2010 hingga 2012, menerbitkan 3 antologi puisi dalam format digital bersamaan dengan karya fotografi, yaitu Cinta Brengsek (2010), Cinta Brengsek 2: Lelaki Monster (2011), dan Selamat Tinggal, Cinta Brengsek! (2012). Di tahun 2013, Imang menerbitkan antologi puisi pilihan karyanya sejak tahun 2003 hingga 2013 dalam format digital, dengan judul 10.

Selain menulis puisi, Imang menggeluti dunia teater. Kerap tampil membacakan puisi, menari, dan membawakan performance art di sejumlah pertunjukan seni di Bandung, Jakarta, Surakarta, dan Yogyakarta.
Facebook/Instagram: Imang Susu. Weblog: http://www.imangsusu.gq/

 

INDRI JUWONO

Indri Juwono, seorang arsitek berzodiak Taurus yang mencintai perjalanan dari pantai hingga bukit, menyukai buku dan menulis di waktu luang, atau di sela kesibukan. Sering melewati hari libur di jalan, gunung, hutan, pantai, namun paling suka tersesat di permukiman arsitektur lokal, mengamati tatanan budaya pembentuk ruang hidup dan gerak sosial. Lokasi favoritnya ketika ia bisa memandang malam bertabur bintang. Percaya bahwa pelangi adalah keajaiban.

Cerita perjalanannya sehari-hari bisa disimak dengan mudah di www.tindaktantukarsitek.com dan bisa disapa melalui akun twitter dan instagram @miss_almayra.

 

GANEZH

Penulis yang lebih banyak jalan-jalan ketimbang menulis. Buah tangannya: Jejak Sang Beruang Gunung – Hidup dan Petualangan Norman Edwin (Biografi, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2006-2007). Ludah Kembara Kecil (Antologi puisi perjalanan, Indie, Palembang, 2005}. Petualangan Ganes di Rimba Ganas (Novel, Millenia Karsa, Jakarta, 2001).

Twitter: @ganezhdidiek
Blog: cerita-kembara.blogspot.co.id

 

DIKATA FATRIN

Lahir di Palembang, 13 Juni 1991. Pria yang akrab dipanggil Dika ini telah menempuh pendidikan di Universitas Negeri ternama di Palembang. Si bungsu dari dua bersaudara ini  harus menempuh lamanya pendidikan seperti anak Sekolah Dasar, yaitu enam tahun. Anak yang alergi dengan matematika dan rumus-rumus kimia ini memilih jurusan Hukum di ilmu pendidikan yang di dalaminya.Walaupun awalnya tak ada niat untuk jadi ahli profesi hukum seperti: hakim, jaksa, apalagi pengacara atau advokat.

Dika memiliki hobi mendaki gunung sejak masih sekolah.Pertama kali mendaki gunung, ia diajak oleh temannya, anak siswa pecinta alam. Sejak itulah ketetarikannya dengan kegiatan di alam bebas muncul.

Kini, ia sudah tak punya banyak waktu untuk menggeluti hobinya seperti dulu, karena kesibukan pekerjaan serta karirnya di bidang pendidikan. Impiannya saat ini ingin berbagi cerita dari sedikit pengalaman, ditambah mendengar cerita pendaki lain yang diimplementasikan ke dalam bentuk lebih nyata.

 

DIDIN TULUS

Lahir di Bandung, 14 Maret 1977. Sekolah SD dan SMP di Pangandaran. Pernah kuliah di Fakultas Hukum UNINUS (tidak tamat), STSI/ISBI Jurusan Seni Rupa.

Karyanya dimuat di majalah Mangle, Galura, Sunda Manggung, Sundamedia, Cupumanik, PR, Kompas Jabar. Karya yang dihasilkan berupa buku kumpulan sajak Sunda, seperti Surat Ti Bali (2009), Surat Ka Citraresmi (2014), Angin Blora (2014), Kumpulan Fiksimini Sunda (akan terbit).

Mengelola Rumah Baca Ajip Rosidi dan Penerbitan Indie. Sehari-harinya membaca buku sambil mengasuh, diskusi, pameran buku dari kota ke kota. Sekarang sedang menyelesaikan buku tentang Sejarah Sunda.

Editor beberapa buku: Jejak Langkah Napas A.A. Panji Tisna, Mangsa Bungur Mangkak Kembangan, Cinta Putih Di Ambang Senja, Selimut Mentari Merengkuh Bulan, Kinanti, Tritangtu, Surat Cinta dari Langit Ketujuh, Jagat Wawayangan, Maha Karya Cinta Rahwana, Asmaralara, Haiku, Puisi Kasery 3 Jilid, Bias Bisu Bisa Bulan, Ajo Pitbul, Umroh, Pada Sebuah Mantera, Gerentes, Sejarah Pencak Silat, Membaca Dunia Ajip, 17 Kumpulan Cerpen, Islam Persepetif Gus Dur, Mulung Tanjung, Di Negeri Alpen, Mengasah Nurani Melalui Puisi, Menuju Guru yang Mulia, Surat ti Bali, Cipaanon Lalakon, Nyupang, Ceu Entin, Sejarah Dalem Cikundul, dll.

Email: didintulus77@yahoo.co.id

 

DANIEL MAHENDRA

Biasa dipanggil DM―hobinya traveling. Dari hobinya itu ia menulis cerpen, novel, puisi, esai, jurnalistik, biografi, self-improvement, how-to, travel narrative, juga skenario film. Bukunya yang telah terbit sekitar 28 judul. Beberapa di antaranya: Selamat Datang di Pengadilan (kumpulan cerpen, 2001), Epitaph (novel, 2009), Perjalanan ke Atap Dunia (travel narrative, 2012), Niskala (novel, 2013), 3360 (novel, 2014), Rumah Tanpa Alamat Surat (kumpulan cerpen, 2016), Pseudonim (novel, 2016), dan Alaya – Cerita dari Negeri Atap Dunia (travel narrative, 2016).

Pernah bekerja sebagai wartawan di beberapa tabloid, koran, serta majalah. Lantas berdeging menjadi editor di sejumlah penerbit. Kini tinggal di Bandung. Meski hari-harinya disibukkan dengan setumpuk pekerjaan; seperti menulis, menyeleksi naskah, menyunting, serta menerbitkan buku-buku, ia tetap bercita-cita bisa keliling dunia menggunakan kereta api.

Sesekali DM bisa disapa di:
Facebook: bukudanielmahendra
Twitter: @penganyamkata
Website: www.penganyamkata.net

 

ALFRED D. TICOALU

Peneliti dan penulis musik, khususnya tentang jazz. Sedang mengerjakan buku tentang sejarah jazz di Indonesia, melintasi era 1900 sampai sekarang, yang direncanakan terbit dalam 3 jilid. Berangkat dari ribuan koleksi rekaman jazz dalam berbagai format―seperti piringan hitam, kaset, CD, dll.―dan berbagai bahan lainnya, ia membentuk dan mengepalai Arsip Jazz Indonesia (www.arsipjazzindonesia.org) sejak tahun 2010.

Tulisan-tulisannya a.l.: Johnny Frigo, Jump Records (2009), Lindström in Dutch East Indies, The Lindström Project (2010), The Jazz Sides of Keynote Records, BJS (2011), Harry Lim: Pelopor Sejati Jazz di Indonesia dan Dunia, WartaJazz (2012),  I Told Ya I Love Ya… The Journey of the Soft Winds Trio, The IAJRC Journal (2013-2014), Scott Hamilton – Swingin’ Young Scott, Progressive Records (2014), Butch Miles – Miles and Miles of Swing, Progressive Records (2015), Tak Ada Penyiksaan Terhadap 6 Jenderal, IndoPROGRESS (2015), Jazz di Indonesia dan Peranan Kaum Peranakan Tionghoa, Tionghoa dalam Keindonesiaan [Yayasan Nabil] (2016).