Hari: 16 November 2018

Naik Gunung Laksana Candu

Oleh Rahmat Hadi

Naik gunung laksana candu. Bikin ketagihan. Tak jarang sulit melepaskan diri dari keindahan panoramanya. Pesonanya seolah enggan berhenti mengalir di segenap pembuluh vena. Mengusik, menggoda hingga merayu. Jika hati sudah terpesona dan terpanggil keindahannya, maka hati siapa yang sanggup mengelak? Hati, pikiran dan rasa seolah terbakar untuk kembali melakukannya. Lagi dan lagi. Begitulah yang kualami.

Satu perjalanan meraih mimpi menjelajah Himalaya di Nepal ke Everest Base Camp (5.364 mdpl) dan Gunung Kalapattar (5.545 mdpl) telah terwujud. Pengalaman pertama menapakkan kaki di gunung luar Indonesia telah terukir.

Pengalaman tak terlupakan menjelajah kawasan pegunungan berselimut salju nan rupawan seperti membius sanubari. Kenangan perjalanan berbumbu canda, tawa hingga air mata senantiasa membelenggu pikiran. Semua terekam indah dan enggan pergi dari ingatan. Sungguh berat rasanya untuk move on. Bukan hanya keindahan panorama pegunungan Himalaya, lebih dari itu. Perjalanan meraih mimpi yang sarat tantangan telah memberikan pelajaran penting dan berarti dalam menapak langkah hidupku ke depan. Lembar demi lembar catatan sejarah akan menjadi berbeda.

Baca selengkapnya

Bahwa Mimpi Harus Diwujudkan

Dhani Pratiknyo
Pembaca, tinggal di Jakarta

Saya selalu percaya, apa yang ditulis dari hati, akan sampai pula ke hati pembacanya. Dan inilah yang saya rasakan setelah tuntas membaca ‘Alaya, Cerita Dari Negeri Atap Dunia’, karya Daniel Mahendra. Di 403 halamannya, saya menikmati runut kisahnya.

Berawal dari membaca Tintin saat masih kanak kanak, penulis punya impian tentang sebuah negeri yang ingin dikunjunginya, Tibet. Tapi hanya sebatas mimpi, sampai berbilang tahun setelahnya.

Ketika seorang sahabatnya, mengingatkan Daniel tentang mimpinya, ada yang mulai berubah dari sekadar mimpi, menjadi tekad dan keinginan kuat. Lantas apakah itu akan menjadikan segalanya mudah? Tidak sama sekali. Penulis bahkan harus “jatuh bangun”, mulai dari mencari biaya, menentukan tanggal keberangkatan sampai itinerary yang paling masuk akal, ditinjau dari banyak sisi, bil khusus sisi biaya.

Baca selengkapnya

Alaya di Negeri Atap Dunia

Nurul Ulu
Pembaca, tinggal di Bandung

Kemarin beli buku di Gramedia Merdeka. Kover bukunya macam kover di komik Tintin. Begitu baca nama penulisnya, gak asing terbaca. Saya gak ingat karya buku-buku yang ia pernah tulis. Ini buku pertama Daniel Mahendra yang saya baca.

Saya gak menulis ini dalam keadaan terpaksa. Malah kepengen banget nulis resensinya. Ini bukan buku yang meninggalkan kesan bagus banget tapi anehnya membuat saya pengen nulis. Lho berarti bukunya bagus atuh. Hehe.

Baik. Mari saya mulai!

Baca selengkapnya