Gombal Setengah Tiang

Kehidupan itu sering begitu. Tak usah kaugamangkan. Kehidupan itu sering begitu, tak mengabari soal batas tepi dari sebuah perjalanan.
Seperti puisi, kehidupan hanya memberitahu kita lewat ketiba-tibaan, lewat beberapa kumpulan vokal dan konsonan yang absurd: seperti cegukan atau napas yang tersengal. Lalu tiba-tiba saja napas kita terhenti.

Kehidupan itu memang sering begitu. Harus saling meninggalkan. Harus saling kehilangan: lalu tiba-tiba kita sendirian, menelan sepi.
Jadi, jika telah tiba senja yang mulai kehilangan warna biru karena tertindih awan pekat kelabu, maka saat itu berarti, aku sudah mulai mengabu dalam lubang waktu.
Biarkan aku pergi.

Karena kehidupan memang harus begitu
Harus saling meninggalkan. Saling kehilangan
dan tak saling menanti
: seperti puisi.
Jadi, jangan ada sedu-sedan lagi.
Apalagi kautanyakan kepadaku ke mana aku menuju pada saat kepergianku nanti.
Biarkan saja aku pergi.
Dan biarkan sunyi pelan-pelan mengeja paragraf dan notasinya sendiri.
: kau tak perlu merisau lagi, karena sebelum pergi. Aku akan membangun rumah di kedalaman hatimu, sebagai tempat seluruh puisiku kembali.

Rp50.000

Product ID: 28 Kategori:
Penulis

, , , ,

Tahun Terbit

ISBN

978-602-50238-7-3

Jumlah Halaman

116

Ukuran

13×19 cm

Penyelia

Pengatak

Desain Sampul

Review

Belum ada ulasan.

Be the first to review “Gombal Setengah Tiang”